Resensi Novel Pulang-Pergi
Aliah Rezky Ariyani Amro (4)
XI MIPA 2
· Identitas Novel
Judul Novel : Pulang-Pergi
Penulis : Tere Liye
Tebal Buku : 414 Halaman
Penerbit : PT Grip Nusantara
Tahun Terbit : 2021
· Pendahuluan
Novel Pulang-Pergi merupakan karya penulis Tere Liye yang hadir seteleh novel sekuel sebelumnya yaitu Pulang dan Pergi. Darwis lahir pada tanggal 21 Mei 1979 di Lahat, Sumatera Selatan dan dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Penulis Pulang-Pergi ini adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang sudah banyak menghasilkan karya-karya lainya yang banyak digemari oleh para pembaca di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Hujan, Tentang Kamu, Rembulan tenggelam di Wajah Mu, Negeri Para Bedebah, Sunset Rose, Sepatu dan masih banyak lagi.
· Isi Resensi
Novel ini mengisahkan seseorang bernama bujang yang sedang berada di pusara kedua orang tuanya dimana ia mendapatkan pesan dari Krestiny Otets, pemimpin brotherhood Bratva. Isi dari pesan tersebut adalah perintah bahwa Bujang harus segere pergi ke Rusia untuk bertunangan dengan putri Otets, Maria. Jika Bujang tidak hadir dalam acara pertungan tersebut maka pusara kedua orang tuanya akan di ratakan oleh Otets.
Bujang tidak ingin membuat masalah dengan penguasa Rusia itu maka ia terbang kesana Bersama dengan Salongan dan muridnya, Junior. Ia berharap Salonga dapat menunda bahkan membatalkan pertunangan ini. Padahal Salonga sendiri ingin Bujang segera menikah.
Sesaat mereka sampai di Rusia, Bujang bertemu dengan Thomas teman lamanya. Ia adalah ahli keuangan dan petarung jarak dekat. Thomas ada dikarenaka Otets membutuhkannya dalam masalah keuangan. Namun, acara pertunangan itu berubah menjadi acara pernikahan. Bujang sangat tidak siap tapi di sisi lain ia juga tidak berani melawan penguasa Shadow economy Rusia tersebut. Maka terjadilah Pernikahan tersebut.
Acara pernikahan berjalan lancar. Bujang dan Maria akan membacanya kesetiaan mereka didepan banyak orang. Namun, di detik-detik terakhir Natascha, tangan kanan Otets menghianatinya dan menyerang acara pernikahan tersebut. Otets mati di tangan Natascha sementara Bujang, Maria, Thomas, Salonga, Junior berhasil kabur dari acara tersebut.
Bujang, Salonga, Maria, Junior, dan Thomas pun akhirnya harus menghadapi banyak kelompok pembunuh bayaran di tengah pelarian mereka. Namun, sayangnya di tengah pelarian mereka malah bertemu dengan sosok yang tak terduga. Saudara tiri Bujang, Diego.
Novel ini di tulis dengan sangat menarik dan pengambaran aksi yang seru. Penulis mampu membuat pembacanya merasa tegang dengan pelarian para tokoh. Juga latar belakang cerita yang mengelilingi berbagai negara juga membuat pembaca bisa memiliki gambaran terhadap negara tersebut. Gaya bahasanya juga mudah di pahami. Kelebihan lainnya adalah ceritanya yang tidak gampang membuat jenuh dan membuat pembacanya penasaran.
Cover dari buku ini cukup menarik karena berbeda dari konsep buku sikuel sebelumnya yang dimana membuat pembaca sedikit kecewa. Selain ukuran cover dua buku sebelumnya Pulang dan Pergi juga satu konsep dengan yang terbaru sehingga membuat pembaca membeli dua buku sebelumnya.
· Penutup
Buku ini memang belum bisa dikatakan sempurna namun, harus diakui karya Tere Liye kali ini cukup menarik perhatian. Cerita menarik dan membuat penasaran ditambah karya Tere Liye ini memilih hubungan satu sama lain dengan karyanya yang lain. Buku ini cukup memberikan kepuasan tersendiri bagi para penggemarnya dan patut untuk di baca
Komentar
Posting Komentar